Oleh: Inesha Tyas Az-Zahra
Santri-Murid Kelas VI SD Alam Planet Nufo asal Banjarnegara
Pagi itu, langit tampak cerah tanpa awan. Udara segar menyambutku di halaman asrama. Aku berjalan pelan menuju Taman Mini, taman paling teduh di Planet NUFO, sambil membawa Al-Qur’an yang sudah kupegang erat sedari tadi. Di taman itu, biasanya aku dan teman-teman mengaji bersama Ustazah Susan, mentor kami. Aku duduk di bangku taman, menunggu beliau datang. Suara burung-burung yang berkicau menambah damai suasana pagi itu.
Tiba-tiba, seorang teman melintas dengan langkah cepat. Ia menatapku heran lalu bertanya,
“Kamu nggak ikut?” Aku mengernyit bingung, “Ikut ke mana?”
“Ke Waduk Panohan, dong! Ayo, seru-seruan bareng!” jawabnya sambil tersenyum lebar.
Aku masih penasaran, “Ngapain ke Waduk Panohan pagi-pagi begini?”
Dia hanya tertawa, “Udah, ikut aja! Nanti seru, kok!”
Ia pun berlari menuju Gedung Baru, balai pertemuan guru dan santri-murid Planet NUFO, meninggalkanku yang masih kebingungan.
Seketika itu aku buru-buru ke bilikku, kapsul 10, untuk mengganti bajuku. Di dalam kapsul, aku sempat ragu, apakah benar hari ini ada acara ke Waduk Panohan? Tapi karena penasaran dan tidak ingin ketinggalan, aku segera berganti pakaian, lalu berlari menuju Gedung Baru. Namun, sesampainya di sana, suasana sudah sepi. Tidak ada satupun orang di sekitar gedung itu. Aku celingak-celinguk, mencoba mencari teman-teman, tapi nihil.
Jantungku berdegup kencang. Aku takut benar-benar tertinggal. Aku pun memutuskan untuk berlari ke Al-Falah, pondok sebelah, berharap masih ada rombongan NUFO di sana. Napasku memburu, keringat mulai membasahi dahi. Syukurlah, sesampainya di Al Falah, aku melihat beberapa teman masih berkumpul. Aku bergegas menghampiri mereka.
“Kamu dari mana aja?” tanya salah satu temanku.
“Habis dari Taman Mini,” jawabku sambil terengah-engah.
“Ngapain di sana?”
“Mau ngaji bareng Ustazah Susan,” jawabku polos.
Mereka tertawa, “Kan tadi Ustaz Suud sudah bilang, pagi ini kita ke Waduk Panohan, bukan ngaji!”
Aku ikut tertawa, “Kupikir habis ngaji, ternyata langsung berangkat setelah sholat. Makanya aku ketinggalan.”
Akhirnya, kami pun berangkat bersama menuju Waduk Panohan. Perjalanan ditempuh dengan berjalan kaki. Sepanjang jalan, kami bercanda, saling mengejek, dan bernyanyi bersama. Suasana begitu hangat dan penuh tawa. Sesekali, kami berlari-lari kecil agar tak tertinggal jauh dari rombongan.
Setibanya di Waduk Panohan, pemandangan yang indah langsung menyambut kami. Air waduk yang tenang, pepohonan hijau di sekeliling, dan udara yang sejuk membuat kami betah berlama-lama di sana. Tanpa menunggu lama, kami langsung bermain: ada yang memanjat batu besar di pinggir waduk, ada yang main di sungai kecil, kejar-kejaran, bahkan ada yang sibuk mencari spot untuk menggibah.
Tak lama kemudian, sebuah mobil Wuling datang membawa makanan, minuman, dan perlengkapan piknik. Kami semua bersorak gembira. Setelah semuanya siap, ustaz dan ustazah memanggil kami untuk makan bersama. Kami bersicepat menuju tempat makan, duduk melingkar di atas tikar yang digelar di rerumputan. Makanan dibagikan di atas lembaran daun pisang, dan kami makan bersama-sama dengan tangan. Rasanya nikmat sekali, apalagi sambil menikmati pemandangan waduk dan angin sepoi-sepoi yang menyejukkan.
Seusai6/ makan, kami duduk santai, bercerita, dan tertawa bersama. Ada yang bermain air di tepi sungai kecil, ada yang melamun memandang air waduk, dan ada juga yang tidur-tiduran di atas rumput. Kebersamaan seperti ini terasa sangat berharga.
Waktu berlalu begitu cepat. Kami bersiap-siap untuk kembali ke asrama. Dalam perjalanan pulang menuju Planet NUFO, tiba-tiba seekor kucing hitam melintas di depan kami. Teman-teman yang melihat langsung heboh,
“Eh, ada kucing hitam! Jangan-jangan nanti ada kejadian aneh, nih!” celetuk salah satu teman.
Kami semua tertawa, tapi diam-diam aku merasa sedikit was-was.
Namun, ternyata perjalanan pulang tetap menyenangkan. Kami berjalan sambil bercanda, sesekali bernyanyi dan membuat lelucon. Sampai di Planet NUFO/, kami beristirahat sejenak sebelum kembali ke kapsul masing-masing.
Hari itu menjadi salah satu pengalaman paling seru dan tak terlupakan bagiku. Dari pagi yang penuh kebingungan, hingga petualangan di Waduk Panohan yang penuh tawa dan kebersamaan. Aku belajar, kadang rencana bisa berubah, tapi selama bersama teman-teman, segalanya terasa lebih indah.
TAMAT