Pesantren-Sekolah Alam Nurul Furqon, Mlagen, Rembang atau yang lebih dikenal dengan Planet NUFO melakukan gebrakan baru dengan inovasi metode menghafalkan al-Qur’an. Sejak awal, pesantren yang didirikan oleh Dr. KH. Mohammad Nasih, M.Si. ini memang memiliki target besar, yakni ingin memadukan antara ayat qawliyah dengan ayat kawniyah. Dan agar target ini benar-benar tercapai, inovasi selalu dilakukan. Di antaranya adalah metode untuk menghafal secara lebih mudah yang diberi nama ABAH yang merupakan singkatan dari Artikan BAru Hafalkan.

“Secara praktek, para santri-murid di Pesantren Planet NUFO sejak awal berdiri Planet NUFO tahun 2019. Namun, nama ABAH ini baru saya temukan awal tahun ini. Ini merupakan inspirasi setelah saya mengurutkan tujuh kewajiban kita kepada al-Qur’an, yaitu: membacanya, mengartikannya, menghafalkannya, merenungkannya, mengerjakannya, mengajarkannya, dan memperjuangkannya,” terang Guru Utama di Rumah Perkaderan dan Tahfidh al-Qur’an Monasmuda Institute Semarang yang juga dosen Ilmu Politik di Program Pascasarjana Ilmu Politik dan FISIP UMJ Jakarta itu.

Dan untuk memastikan semua kalangan bisa menempuh pendidikan dan sekaligus menghafalkan al-Qur’an, Planet NUFO memberikan beasiswa kepada siapa pun yang membutuhkan. “Biaya untuk menyelenggarakan pendidikan yang benar memang mahal. Tapi, kami tidak pernah menghalangi anak-anak dari kalangan mana pun untuk belajar. Selalu kami katakan, orang tua yang memiliki kelapangan, membayar full. Yang memiliki keterbatasan, silakan mengeluarkan biaya semampunya. Dan yang memang tidak mampu, kami akan berikan beasiswa. Saya punya sumber pendanaan khusus, dari keluarga saya dan teman-teman saya yang memiliki concern untuk pendidikan dan kaderisasi. Silakan kalau ada yang membutuhkan beasiswa, bisa daftar gratis,” kata suami dr. Oky Rahma Prihandani, Sp.A., M.Si.Med. itu.

Pesantren-Sekolah Alam Planet NUFO memiliki keunikan tersendiri karena semua pendidiknya adalah mantan aktivis mahasiswa. Mereka adalah jebolan Rumah Perkaderan dan Tahfidh Monasmuda Institute Semarang yang sembari melanjutkan studi pascasarjana S2 dan S3, memilih untuk mengabdikan diri di dunia pendidikan bersama sang pengasuh. Dan keunikan itu juga nampak dengan berbagai wirausaha yang dikerjakan oleh para penghuni Planet NUFO. Di kawasan Planet NUFO ada berbagai macam usaha, mulai dari tanaman sayur mayur, peternakan domba, dan budidaya jamur. Semua itu dilakukan untuk membangun mental santri-murid agar benar-benar siap menjadi SDM yang mandiri secara intelektual dan finansial. ***