PlanetNufo.com – Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Amanat Nasional (PAN) telah menyetorkan DCT (Daftar Caleg Tetap) ke KPU. Pengajar di Program Pascasarjana Ilmu Politik UI dan FISIP UMJ, Dr. Mohammad Nasih, M.Si. mendapatkan nomor urut 1 di Daerah Pemilihan Jateng I yang meliputi Kota Semarang, Kabupaten Semarang, Kota Salatiga, dan Kabupaten Kendal. Sebagai pendidik, bahkan pengkader, dan juga pengasuh pesantren, ia bertekad akan berjuang melalui jalur politik untuk membangun kualitas SDM dengan cara membuat kebijakan politik yang diperlukan.
“Saya sudah ambil simpulan, bahwa jalan paling awal yang harus dilalui adalah memperbaiki pendidikan kita. Dari sinilah kita akan menghasilkan SDM yang berdaya saing global. Dan tentu saja, prasyarat untuk itu, kita harus memiliki kualitas SDM yang baik. Memulainya dari bibit-bibit yang sehat lahir batin. Karena itu, gizi harus tercukupi, kesehatan harus andal, baru pendidikan akan optimal,” ungkap Pendiri dan Pengasuh dua pondok pesantren, yaitu: Pesantren Darul Qalam-Rumah Perkaderan & Tahfidh al-Qur’an Monasmuda Institute, Semarang dan Pesantren Nurul Furqon Planet Nufo, Rembang ini.
Pengalaman Nasih di dalam dunia Pendidikan memang tidak bisa diragukan lagi. Sudah puluhan tahun Nasih bergelut di dunia Pendidikan sebagai pendidik, pengajar, dan sekaligus pengkader, sehingga dengan bekal itulah ia tahu bagaimana cara yang tepat dalam mengelola murid. Nasih optimis jika diberikan kekuasaan dalam politik, ia akan membuat kebijakan yang tepat untuk Pendidikan Indonesia.
“Saya sudah merasakan suka duka menjadi pendidik selama belasan, bahkan puluhan tahun. Kalau saya menyebut belasan tahun, karena saya mengajar di UI sejak 2008. Mendirikan pesantren mahasiswa tahun 2011 di Semarang dan 2012 di Jakarta. Lalu terakhir saya mendirikan Planet NUFO tahun 2018-1019. Kalau SDM murid kita berkualitas, maka mengajar dan mengkadernya relatif ringan dan hasilnya optimal. Tapi kalau kualitas SDMnya rendah, maka sungguh berat. Walaupun kita harus mengelola mereka semua tanpa pandang kualitas. Sebab, kita harus memberikan hak yang sama kepada semua untuk mendapatkan Pendidikan,” terang suami dr. Oky Rahma Prihandani, Sp.A., M.Si.Med ini.
Menurut Nasih, salah satu faktor penunjang Pendidikan di suatu negara itu bisa maju ketika mempunyai guru-guru yang berkualitas dan mereka dimuliakan dan disejahterakan.
“Kualitas guru juga harus mendapatkan perhatian serius. Harus diakui bahwa kita sekarang ini belum memuliakan guru. Bagaimana SDM terbaik mau jadi guru kalau kesejahteraan mereka tidak jelas. Lihat saja, semua negara maju, pasti memberikan perhatian dengan memuliakan guru. Saya sudah membuat miniatur lembaga pendidikan yang tidak mahal, tetapi bisa juara, yaitu Planet NUFO. Akreditasi pertama langsung A dan dalam lima tahun alhamdulillah sudah sering juara 1-2-3 dalam lomba mata pelajaran. Ini yang nanti akan saya jadikan sebagai acuan untuk membangun kebijakan dalam bidang pendidikan. Gurunya kami beri sebutan guru mulia dan mereka dibiayai kuliah pascasarjana,” tegas mantan aktivis mahasiswa era reformasi sampai awal 2000-an ini.
Jika terpilih nanti, dia akan masuk ke dalam komisi yang membidangi kesehatan, lalu pendidikan, dan setelah prasyaratnya terpenuhi, bisa ringan dan bebas masuk ke dalam komisi-komisi yang lain sesuai disiplin ilmu dan pengalaman lapangan yang ia miliki.
“Intinya seputar pendidikan, agama, dan sosial-politik. Walaupun yang lain juga bisa,” pungkasnya.