Sebagai bentuk komitmen untuk mencerdaskan masyarakat Rembang, Pesantren-Sekolah Alam Nurul Furqon, Mlagen, Pamotan, Rembang atau yang lebih dikenal dengan Planet NUFO membuka program beasiswa tahun ajaran 2023/2024 dengan rekomendasi kepala desa. “Setiap kepala desa, di seluruh Kabupaten Rembang mendapatkan kesempatan untuk merekomendasikan 1 orang santri-murid lulusan SD untuk mondok dan sekolah di Planet NUFO tahun depan. Ini adalah hasil rapat dewan guru dengan pengasuh kami, Abah Dr. Mohammad Nasih. Beliau ini kan walaupun sudah lama di Jakarta, keluarganya di Semarang, tetapi lahir dan karena asli orang asli Rembang. Beliau ingin bisa berkontribusi riil, walaupun kecil, untuk masyarakat Rembang.” terang Pengasuh Harian Planet NUFO, Ustadz Su’udut Tashdiq, S.H., L.L.M. yang juga Wakil Rais Syuriah PCI NU Tiongkok.

Ditanya tentang apa saja beasiswa yang akan diberikan kepada santri-murid tersebut, Kepala SMP Alam Planet NUFO Ustadz Abdul Rozaq, S.H., M.Ag, yang akrab disapa UAR menerangkan bahwa beasiswa itu bisa berupa pembebasan uang pangkal sampai biaya hidup. “Itu tergantung kategorinya. Kalau orang tuanya mampu, bentuk beasiswanya adalah membebaskan uang pangkal. Di Planet NUFO besarnya 3 juta sampai dengan 20 juta. Itu bisa kami bebaskan. Tapi jika calon santri yang direkomendasikan berasal dari keluarga tidak mampu, kami bisa beri subsidi sampai biaya hidup mereka. In syaa’a Allah. Betul-betul gratis. Sebab, kami sudah berkomitmen agar pendidikan yang kami kelola ini benar-benar bisa diakses oleh semua kalangan, bukan hanya orang kaya saja. Selama ini, Planet NUFO kan dikesankan hanya menerima anak-anak orang kaya saja. Itu tidak benar. Memang ada sebagian dari kalangan menengah atas. Ada anak DPR RI, pimpinan partai, dan juga komisaris. Tetapi ada juga anak-anak dari keluarga prasejahtera yang kami beri beasiswa. Dan kami tidak melakukan diskriminasi. Semua kami perlakukan sama.” imbuh lulusan jurusan Astronomi UIN Walisongo, Semarang itu.

Untuk diketahui, Planet NUFO adalah Pesantren-Sekolah Alam di sebelah timur Desa Mlagen dengan program-program yang unik. Tidak sebagaimana pesantren pada umumnya yang hanya ngaji kitab kuning, tetapi juga menekankan pentingnya santri punya usaha. Di dalamnya, santri-murid diajari untuk menanam dan juga memelihara binatang ternak. Tak heran di lingkungan Planet NUFO terdapat sayur mayur, baik yang ditanam di tanah, maupun hidroponik. Di sebrang kawasan tempat tinggal santri juga ada peternakan domba/kambing yang jumlahnya sampai ratusan. Ada juga ayam hias, budidaya maggot, jamur janggel, puyuh, dll. yang semuanya dikelola langsung oleh para santri-murid di pesantren yang didirikan oleh Dr. Mohammad Nasih, M.Si. al-Hafidh yang juga adalah pengajar Ilmu Politik di Program Pascasarjana Ilmu Politik UI dan FISIP UMJ, Jakarta.

Walaupun masih berlaku untuk tahun ajaran baru atau di tahun depan, akan tetapi, Planet NUFO sudah menyosialisasikan program ini sejak dini, agar bisa dipersiapkan sebaik-baiknya. Mengenai syarat dan ketentuan, Ustadz Suud menegaskan: “Kami tidak memiliki syarat dan ketentuan yang aneh-aneh. Semua murid, bahkan yang dianggap bodoh sekalipun, bisa kami terima. Yang penting sehat lahir batin. Kami sudah membuktikan, banyak anak di sini, yang dulunya di rumah, di sekolah, atau di pondok mereka dianggap tidak berprestasi, ternyata di sini setelah kami sesuaikan bakat dan minatnya, justru mampu membuktikan luar biasa. Setiap anak punya bakat dan minat yang unik. Itulah yang kami kenali, kemudian kami optimalkan. Hasilnya, kami sendiri sampai terheran-heran. Alhamdulillah”, pungkas pria lulusan S2 di Shanghai China beberapa tahun lalu tersebut. (AH)