Notice: Constant WP_USE_THEMES already defined in /home/u1651158/public_html/wp-content/plugins/wp-core-tools/wp-core-tools.php on line 2
SEKOLAH SAMBIL BERWISATA GRATIS, LULUS BISA BERPENDAPATAN FANTASTIS - PlanetNufo.com

OLEH: TYAS PRABAWATI, S.HUT. (Guru Planet Nufo, Lulusan Konservasi Sumberdaya hutan dan ekowisata,
Fahutan, IPB)

Santri remaja (Sanja) yang tinggal di Sekolah Alam Nurul Furqon berasal dari daerah asal yang berbeda-beda dan jauh, sehingga memerlukan adaptasi yang tinggi. Penyesuaian diri pada tempat tinggal di Nufo, di antaranya bersosialisasi bersama teman yang asal daerahnya berbeda, jauh dari orang tua, lokasi Nufo serta budaya sekitar yang berbeda, serta lingkungan sekolah alam nufo itu sendiri. Lingkungan Nufo yang sejuk dan damai memiliki kesan tersendiri oleh setiap sanja, terkhusus yang berasal dari kota, mereka akan berusaha beradaptasi lebih tinggi.

Lambat laun semua sanja baru akan terbiasa dan nyaman di Nufo. Bahkan, ada kejadian pada waktu liburan lebaran, terdapat sanja yang kembali ke Nufo lebih cepat dari waktu yang ditentukan. Salah satu alasannya rindu Nufo dan rindu ngarit. Selain itu, ada yang senang di Nufo karena bisa menghirup udara segar tanpa polusi dan terhindar dari kebisingan. Itu sebagian kecil suasana yang bisa dirasakan di Nufo yang bermuara pada ketentraman dan kedamaian. Ditambah lantunan mengaji yang hampir ada di setiap sudut, bahkan ada yang sampai pinggir-pinggir ke sawah sekitar Nufo. Para pengampu juga selalu siap dimintai bimbingan. Kenyaman lingkungan ini menjadi salah satu faktor yang mempengaruhi kegiatan belajar mengajar menjadi lebih menyenangkan.

Di sisi lain, sekarang banyak sekali manusia merasakan kejenuhan atau stres yang disebabkan terlalu banyak berpikir, kebisingan, bosan suasana gedung padat dan polusi udara, sehingga mereka perlu healing (menyembuhkan) penat atau stres. Mereka mampu membayar berapapun untuk menghilangkan kejenuhan. Umumnya, mereka akan berwisata tempat alam yang berupa pohon, kebun buah-buahan, kebun binatang, makanan di tempat yang sekitarnya memiliki pemandangan indah. Berkunjung di alam membantu menurunkan tingkat kesetresan seperti hasil penelitian Virginia dan Patricia (2020) dalam jurnal Noken Vol.6 (No.1) Hal 13-22. Penelitian ini mengukur kondisi fisik dan mental sebelum dan sesudah masuk kawasan hutan mangrove menggunkana aplikasi Smart Pulse.

Hasil dari penelitian tersebut menyatakan tingkat stress pengujung menurun dari sebelum masuk dibandingkan setelah keluar tempat wisata atau setelah menikmati dan menyatu dengan alam.
Sedangkan tinggal di Nufo kalau ingin berwisata menghilangkan jenuh ke sawah tinggal jalan, kandang kambing, kandang ayam, kandang burung puyuh, maggot, kandang sapi, kebun sayur, dan kebun pisang. Bonusnya bimbingan wirausaha untuk modal kedepannya. Ketika malam hari dapat melihat bintang. Musim hujan bebas hujan-hujanan dan berlarian. Jika semuanya jasa lingkungan di Nufo diperhitungkan model bayar tiket mungkin selama 3 th membutuhkan biaya yang fantastis. Hal ini bias di cek tarif harga pada aplikasi yang menyediakan layanan daftar tempat wisata seperti tiket.com, traveloka, dll. Dimana setiap lokasi hanya bisa dikunjungi sekali dan dala waktu yang singkat.

Suasana yang tersedia membantu menghilangkan penat mungkin bisa melupakan rindu untuk sesaat. Ketentraman dari aspek lingkungan dan social yang membuat sanja akan terbiasa hidup mandiri dan nyaman di alam. Ternyata suasana alam ini memotivasi mereka. Tugas membuat konsep wisata dengan bentuk dasar lingkaran menjadi sarana unjuk ide dan gagasan. Ada sanja yang ingin berkarya dan membuat tempat wisata tema alam, ketika dipresentasikan membawa saya masuk ke dalam khayalan. Mereka mampu menyerap dan mengimplementasikan apa yang mereka amati dalam bentuk gambaran peta rencananya.

Setiap sanja memiki impian yag berbeda-beda. Jika mereka berhasil menyerap semua ilmu di Nufo serta semua factor pengetahuan, social, religi, lingkungan, wirausaha, maka sanja akan lulus dengan buah tangan yang sangat berharga untuk masa depan. Awal masuk dengan pandangan polos dan lugu, sekarang pandangan mereka jauh ingin maju. Mereka akan bertumpuan dengan agama sebagai akar penompang, bercabang dengan aneka macam profesi yang menghasilkan untuk berbunga yang harum menebar manfaat. Seperti peribahasa “Beribadahlah seolah-olah besok akan mati, bekerjalah seolah-olah besok akan hidup selamanya” ditambah “Doa tanpa usaha itu kosong. Usaha tanpa doa itu sombong”.

Menjadi penerus bangsa yang doyan kerja didasari religi akan menjadi pemuda yang indah bukan? Mari kita nantikan beberapa tahun mendatang.