Oleh: Tyas Prabawati, S.Hut (Guru Nufo, Lulusan Konservasi Sumberdaya Hutan dan Ekowisata, Fahutan, IPB)
Jumlah penghuni SMP Alam Nurul Furqon semakin meningkat. Permasalahan yang sering muncul pada kasus demografi adalah masalah pangan. Banyaknya manusia harus diimbangi dengan ketersediaan pangan sebagai kebutuhan pokok. Khususnya penghuni Nufo yang memiliki aktivitas sangat padat, tentu membutuhkan dukungan pangan. Padatnya kegiatan belajar, berkreativitas, membuat karya, acara, serta menggalih pengetahuan dan teknologi sangat memerlukan tenaga.
Sumber tenaga manusia berasal dari makanan yang dikonsumsi harus sehat, empat sehat dan lima sempurna. Khususnya, untuk kelancaran anak dalam menangkap materi pelajaran. Dalam penelitian yang berjudul Pengaruh sarapan terhadap konsentrasi belajar siswa di kelas VII Sekolah Menengah Pertama negeri 20 Bekasi oleh Istianah (2008) menghasilkan data sarapan memiliki pengaruh yang signifikan terhadap konsentrasi belajar.
Kebutuhan pangan warga di Nufo sangat diperhatikan. Ketersediaan bahan makanan, seperti sayur, daging, buah dan minuman. Semua itu tersedia di Nufo. Masyarakat yang pernah berkunjung di Nufo pasti juga akan kagum, terutama orang tua atau wali santri. Nufo memiliki kebun sayur (bayam, sawi, kangkung, kacang panjang, terong, daun kelor dll), tanaman bumbu masak (tomat, cabai, rempah-rempah). Kebutuhan daging juga tersedia di kandang kambing, sapi, maggot, bebek, burung puyuh, telur puyuh, dan lele. Buah yang tersedia buah pisang dan papaya. Air minum juga tersedia yang mana sudah mendapatkan nomor BIN dan Sertifikasi standar dengan nama Planetqua.
Ketersediaan bahan pangan di SMP Alam Nurul Furqon, menyatakan mampu memenuhi kebutuhan pangan dengan mengelola ligkungannya. Seperti, pernyataan Kawuryan SH (2006) dalam Jurnal Teknodik No.16 Vol.IX Hal:165-186 bahwa Keragaman pola dan sistem kehidupan masyarakat mengharuskan memiliki pemahaman yang optimal sehingga dapat memanfaatkan lingkungan bagi kelangsungan hidupnya. Adanya pemanfaatan ini menjadikan lingkungan hidup menjadi terpelihara.
Lingkungan hidup yang terpelihara akan menjadi lingkungan yang ramah terhadap manusia. Lingkungan hidup yang demikian akan mampu menciptakan situasi dan kondisi serta kesejukan hati bagi manusia yang ada di dalamnya. Kehidupan yang demikian menjadi prasyarat tumbuh kembangnya masyarakat yang sehat, bersih, dinamis, dan mampu beradaptasi dengan alam. Sehingga tidak terjadi kelaparan dan malgizi. Penyebab kelaparan dan malgizi adalah kurang tanggapnya masyarakat dalam memelihara dan memanfaatkan lingkungan secara baik.
Konsep yang diterapkan dalam memenuhi kebutuhan pangan di Nufo adalah menyediakan sumberdaya yang berkelanjutan. Selaras dengan prinsip konservasi, yaitu melindungi, melestarikan, dan memanfaatkan. Bahan pokok kebutuhan diupayakan selalu dilindungi keberadaanya, supaya selalu tersedia. Warga sekolah nufo melestarikan bahan pangan dengan selalu menanam atau mempersiapkan bakal panen sebelum tanaman yang akan dipanen habis, sehingga ketersediaanya terus berlanjut. Menyikapi dari QS ‘Abasa 24-32: “Maka, hendaklah manusia itu memperhatikan makanannya. Sesungguhnya Kami benar-benar telah mencurahkan air (dari langit), kemudian Kami belah bumi dengan sebaik-baiknya, lalu Kami tumbuhkan biji-bijian di bumi itu, anggur dan sayur-sayuran, zaitun dan pohon kurma, kebun-kebun lebat, dan buah-buahan serta rumput-rumputan, untuk kesenanganmu dan untuk binatang-binatang ternakmu.”
Kemudian, ketersediaan pangan yang banyak dimanfaatkan untuk kebutuhan pangan dan minum warga Nufo. Bahkan ketersediaan pangan yang banyak, Nufo sering mengadakan bazar makanan berupa bahan makanan (sayur) atau produk makanan. Bahkan Nufo juga menyediakan jasa qurban dan aqiqah. Air minum Nufo juga sudah bisa dikonsumsi warga sekitar.
Katersediaan bahan pangan merupakan hasil kerjasama warga nufo dalam mengelola lahan, terbagi sesuai minat masing-masing. System sumberdaya yang berkelanjutan ini mengajarkan meminimalkan pembelian dan sikap hemat dengan ngonsumsi bahan alam sekitar, serta mempraktikan dari segi ekonomi yang mana biaya (cost) harus lebih kecil daripada keuntungan (benefit). Kemandirian Nufo ini juga terus mengikuti perkembangan teknologi, seperti pembuatan makanan frozen food yang disimpan dalam freezer, peralatan cacah pakan sapi, alat pertanian dll.
Harus diakui bahwa teknologi yang ada membantu dan mempermudah pekerjaan manusia.
Sedangkan kita sebagai manusia jangan merasa tidak berguna dengan munculnya teknologi yang ada. Manusia harus lebih cerdas dengan terus belajar, karena teknologi tidak akan jalan tanpa adanya operator (manusia). Pekerjaan jadi lebih efektif dan efisien. SMP alam Nurul Furqon dalam mengikuti perkembangan teknologi bekerjasama dengan beberapa universitas seperti: IPB University, Unair, Politekni Semarang, USM, dll.
Kemandirian ini diharapkan dapat mempengaruhi ketersediaan pangan di daerah setempat, bahkan kelak bisa sampai nasional. Sikap yang diambil juga perlu diaplikasikan dibeberapa daerah. Seperti peribahasa orang jawa “Ora obah, ora mamah” atau “Tidak gerak, tidak makan”. Karena orang jawa selalu giat dalam menanam supaya hasilnya bisa dimakan untuk menyambung hidup. Bagaimana menurutmu melihat pangan yang melimpah? Mari kita terapkan di rumah untuk kemandirian pangan minimal untuk keluarga.